Bantul - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Siraman Pusaka Kabupaten Bantul Tombak Kyai Agnya Murni pada Rabu 15 juli 2026 di Bangsal Rumah Dinas Bupati Bantul. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga kelestarian pusaka sebagai warisan sejarah, simbol jati diri sekaligus bagian dari nilai-nilai luhur masyarakat Bantul.
Prosesi siraman tidak hanya dilakukan terhadap Tombak Kyai Agnya Murni sebagai pusaka Kabupaten Bantul, tetapi juga diikuti oleh pusaka dari seluruh Kapanewon se-Kabupaten Bantul, termasuk Tombak Kyai Jaya Giri milik Kapanewon Imogiri. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pusaka dari Desa Pamor Budaya yang ada di Kabupaten Bantul. Dari wilayah Kapanewon Imogiri terdapat tiga Desa Pamor Budaya yang turut ambil bagian, yaitu Kalurahan Wukirsari, Kalurahan Girirejo dan Kalurahan Sriharjo. Keikutsertaan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Siraman pusaka merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai proses perawatan fisik terhadap benda pusaka, tetapi juga sebagai simbol penyucian, penghormatan, serta pengingat akan nilai-nilai kebijaksanaan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian yang terkandung di dalamnya.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan pusaka sebagai bagian dari identitas budaya, kearifan lokal, serta perjalanan sejarah Kabupaten Bantul. Dengan demikian, warisan budaya adiluhung dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai aset budaya yang memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi.

